De Madness

.

Kamis, 17 April 2014

La Grand Voyage. الرحلة الكبرى

La Grand Voyage. الرحلة الكبرى




Allah Ta’ala berfirman,


وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ


“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali Imron: 97).

La Grand Voyage. Itulah judul yang saya dan juga teman teman PPMI tonton kemarin, Film Keluaran tahun 2004 yang di sutradarai oleh Ismael Ferroukhi Memuat banyak pelajaran dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Dalam film ini di ceritakan ada sebuah Keluarga di suatu daerah di negara prancis, ada sebuah keluarga muslim  dimana sang bapak memiliki keinginan untuk melakukan sebuah perjalanan dalam  memenuhi Rukun Islam yang kelima, yaitu Haji di Baitullah, Keinginan Seorang bapak tersebut juga memiliki sebuah perbedaan dengan orang orang yang lain dalam melakukan Ibdah haji tersebut, dia mau melaksanakan Perjalanan haji dengan menggunakan atau mengendarai sebuah Mobil milik anaknya, dikarenakan bapak tersebut sudah terlalu senja dalam umurnya dan juga sudah tidak terlalu kuat dalam mengendarai mobil apalagi untuk perjalanan yang sangat jauh, dia meminta kepada anaknya yang kedua yang bernama reda untuk mengendarai mobil tersebut dan menghantarkan bapaknya untuk melakukan ibadah haji, dan dalam cerita ini, Reda sempat ragu ragu dalam menghantarkan bapaknya ke Haram Makkah al Mukarromah, dikarenakan dia akan melakukan ujian disekolahnya, dengan berat hati dia akhirnya mau menghantarkan menuju makkah. dalam perjalanan mereka menuju makkah dan akhirnya dia tidak mengikuti ujian.
Dan ketika perjalanan dimulai, Kejadian demi kejadian terjadi, bukan hanya itu, kejadian yang dialami oleh sang anak dalam menemani sang bapak di perjalanan menuju makkah banyak mengandung ibrah yang bisa diambil oleh seorang anak. dari perilaku Reda yang sempat acuh terhadap sang ayah dan bahkan tidak patuh terhadap sang ayah, sampai akhirnya Reda bisa memahami bagaimana dan kenapa sang ayah mau melakukan perjalanan ibadah haji menggunakan sebuah mobil bukan menggunakan pesawat yang bisa mempersingkat waktu dan tenaga. beberapa kejadian seperti bagaiamana mereka kehilangan arah hingga bertemu dengan orang tua yang mereka juga tidak memahami kemana dia akan pergi, Pertemuan mereka dengan Musthapa dan sampai mereka kehilangan uang, dan lain sebagainya. Perjalanan mereka melewati Italia, Slovenia, Kroasia, Yugoslavia, Bulgaria, Turkey, Suriah, Yordania, hingga memasuki kota suci makkah al mukarromah.

dari kejadian kejadian tersebut bisa kita simpulkan bahwa ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari kejadian kejadian yang dialami oleh Reda dan juga ayahnya, Hingga akhir hayat wafat sang ayah dan bisa mengubah sifat sang anak.


 a. Sabar
Kita sering mendengarkan dan bahkan sudah mengetahui bagaimana sabar tersebut, tetapi aplikasi dari kesabaran itu yang terasa sangat berat, walaupun kita sudah mengetahui manfaat dan juga keindahan dari bersabar, ketika kita menghadapi dan mendapatkan cobaan, kita diharuskan untuk bersabar, dalam segala hal  juga harus kita lalui semua itu dengan penuh kesabaran, seperti misalnya seorang ayah yang diperankan dalam film ini, dalam menghadapi seorang anak seperti Reda yang memiliki sifat yang seperti itu, terlihat bahwa sang ayah sangat teguh dan Penuh kesabaran dalam menghadapi semua itu, apalagi ketika mereka sampai di yordania, dan mereka menginap di sebuah hotel, ketika sang ayah beristirahat dan terjaga  dan ketika keluar dari kamar, dia melihat Reda sedang bersama seorang perempuan ,betapa marahnya seorang ayah tetapi sang ayah masih mau memaafkan anakanya dan hingga anaknya berjanji tidak mengulangi lagi dan hingga akhirnya Reda menyadari akan semua itu.
b. Keihlasan dan istiqomah seorang ayah dalam beribadah.
Dalam Film ini, saya melihat keikhlasan sang ayah dalam beribadah, misalnya dalam hal shalat, dia memiliki pendirian yang sangat kuat untuk menunaikan ibadah shalat, entah dalam keadaan apapun, terlihat ketika pengecekan dokumen, sang ayah tetap mau menunaikan ibadah sholat tidak mau di ganggu gugat. dan keteguhan sang ayah ketika mereka sampai di turkey, mereka di ajak oleh musthapa untuk berjalan jalan mengelilingi kota istanbul tetapi sang ayah tidak mau dan ingin tetap menyelesaikan perjalanan mereka, dan sang ayah berkata " Perjalanan ini bukan untuk jalan jalan, Tujuan kita bukan untuk itu".dan hingga akhirnya mereka tetap melanjutkan perjalannya.

Ketika semuanya sudah selesai, saya sedikit teringat pesan dari ayah saya yang pernah beliau sampaikan ke saya, dan itu merupakan konsep yang saya dapatkan dalam mendidik seorang anak, yaitu ketika anak itu masih belum masuk di usia baligh atau masih belum dewasa, jangan sampai seorang ayah itu mau di atur oleh seorang anak, dan wajib bagi seorang anak untuk mengikuti dan mematuhi apa yang di katakan oleh seorang ayah, dan wajib bagi seorang ayah untuk mengetahui poin poin yang akan diberikan kepada sang anak  entah dalam segi keagamaan ataupun dalam segi pendidikan, apa yang terbaik buat anaknya, ketika seorang ayah mau menuruti keinginan seorang anak, maka itu bisa jadi akan menghancurkan masa depan seorang anak tersebut, bagaimana tidak, anak kecil yang masih belum tahu apa apa dan masih belum pengalaman yang cukup dalam menghadapi masalah kehidupan, sang ayah mau mengikuti apa yang anak katakan, maka akan hancurlah sang anak tersebut pada saat dewasanya nanti, tetapi ketika sang ayah faham tentang konsep yang seperti ini, maka ia akan tahu bahwa anak harus patuh terhadap ayahnya, dan juga ayah harus faham dalam hal hal yang terbaik buat sang anak entah dalam segi agama ataupun dalam segi pendidikannya, maka sang ayah akan memberikan yang terbaik untuk sang anak dalam segala hal yang bisa membuat sang anak memiliki akhlaq yang karimah dan bisa menjadi manusia yang bermanfaat di masyarakat dan agama. Wallahu a'lam bishowab.


Islamabad, 17 April 2014